Menginspirasi Lewat Literasi: Kiprah Erina Indriana dan Transformasi Kualitas SDM Kalimantan Barat
Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang tumbuh bagi imajinasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Sosok di balik hangatnya suasana literasi ini salah satunya adalah Erina Indriana, seorang pustakawan berdedikasi di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat yang bertugas di Gedung Layanan Anak.
Melalui berbagai inovasi dan pendekatan kreatifnya, Erina berhasil mengubah kesan perpustakaan menjadi ruang belajar yang hidup, interaktif, dan inklusif bagi generasi muda.
Menghidupkan Bahasa Asing Sejak Dini
Salah satu program unggulan yang konsisten dijalankan oleh Erina adalah layanan pengajaran Bahasa Inggris bagi para pengunjung cilik.
Dilaksanakan secara rutin tiga kali seminggu pada jam kerja, program ini memberikan ruang aman dan menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal serta menguasai bahasa internasional secara gratis.
Dengan pendekatan yang adaptif dan ramah anak, Erina membimbing mereka memahami kosakata baru, melatih keberanian berbicara, dan membangun rasa percaya diri sejak dini.
Inovasi Digital Lewat Konten Read Aloud
Tidak hanya berinteraksi langsung di Gedung Layanan Anak, Erina juga aktif memanfaatkan media digital untuk menjangkau khalayak yang lebih luas melalui konten Read Aloud (Membaca Nyaring).
Bahan bacaan yang dibawakan bersumber dari platform digital Let’s Read Asia (yang dapat diakses via website maupun aplikasi).
Pemanfaatan platform ini tidak hanya mengenalkan cerita-cerita berkualitas berkearifan lokal dan global, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan sumber literasi digital secara bijak dari mana saja.
Literasi dan Hubungannya dengan Pembangunan Manusia di Kalimantan Barat
Aktivitas yang dilakukan oleh Erina Indriana memiliki dampak jangka panjang yang selaras dengan arah pembangunan daerah di Kalimantan Barat.
Gambaran Tingkat Literasi Kalimantan Barat
Berdasarkan hasil survei Perpustakaan Nasional, Kalimantan Barat menunjukkan tren positif dalam budaya membaca.
Provinsi ini mencatatkan skor Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) sebesar 59,85%, yang menempatkan Kalimantan Barat di peringkat ke-5 nasional.
Angka ini di atas rata-rata nasional (54,80%), menunjukkan bahwa kesadaran membaca masyarakat Kalbar tergolong cukup baik dan terus berkembang.
Sumber: https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8508056/survei-masyarakat-paling-gemar-membaca-di-ri-kalimantan-barat-nomor-5
Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Barat terus mengalami peningkatan.
Pada periode 2024–2025, IPM Kalimantan Barat berhasil menyentuh angka 71,19 hingga 72,09 (kategori “Tinggi”).
Sumber: https://www.antaranews.com/berita/4469481/indeks-pembangunan-manusia-kalbar-2024-mencapai-7119
Korelasi Antara Literasi dan IPM
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diukur melalui tiga dimensi utama: kesehatan, pendidikan (rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah), serta standar hidup layak.
Di sinilah literasi memegang peran sentral:
Meningkatkan Dimensi Pendidikan
Aktivitas literasi seperti Read Aloud dan pembelajaran bahasa internasional yang dilakukan Erina secara langsung menstimulasi kognitif anak sejak dini.
Hal ini membentuk fondasi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang akan memperpanjang usia sekolah dan kualitas pendidikan anak.
Keterampilan Kerja dan Ekonomi
Penguasaan Bahasa Inggris dan budaya membaca sejak kecil merupakan modal dasar (durable skills) yang mendukung kecakapan akademis dan profesional di masa depan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya saing ekonomi (standar hidup layak).
View this post on Instagram
Penutup
Melalui perpaduan antara pengajaran Bahasa Inggris dan pembuatan konten Read Aloud, Erina Indriana membuktikan bahwa peran seorang pustakawan di era modern melampaui tugas-tugas administratif.
Dedikasi individu seperti Beliau adalah bahan bakar nyata di balik naiknya indeks literasi dan IPM Kalimantan Barat—membawa anak-anak Kalbar menjadi generasi yang cerdas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global. (PB)



