Daftar Isi
- Urutan dan Profil 5 Negara BRICS dengan GDP Terbesar
- 1. China: Raksasa Ekonomi Utama BRICS dengan GDP 20,85 Triliun Dolar AS
- 2. India: Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan GDP 4,15 Triliun Dolar AS
- 3. Rusia: Kekuatan Energi dan Komoditas dengan GDP 2,66 Triliun Dolar AS
- 4. Brasil: Pemimpin Ekonomi Amerika Selatan dengan GDP 2,64 Triliun Dolar AS
- 5. South Africa: Pintu Gerbang Ekonomi Afrika dengan GDP 0,47 Triliun Dolar AS
- Analisis Pengaruh dan Implikasi Ekonomi BRICS terhadap Tata Kelola Global
Perkembangan peta ekonomi dunia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan pergeseran fokus yang sangat signifikan.
Munculnya kelompok kerja sama ekonomi yang dikenal sebagai BRICS menjadi salah satu tonggak utama perubahan lanskap finansial global tersebut.
Terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan South Africa (Afrika Selatan), aliansi lima negara berkembang utama ini hadir dengan narasi besar untuk menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang serta membangun sistem tata kelola ekonomi global yang lebih seimbang.
Berdasarkan laporan World Economic Outlook yang dirilis oleh International Monetary Fund (IMF) pada April 2024, lima negara anggota awal BRICS ini mencatatkan total Produk Domestik Bruto (GDP) nominal sebesar 30,77 triliun Dolar AS.
Nilai akumulatif ini mencakup sekitar 26% dari total GDP nominal dunia.
Dengan daya dukung demografi yang mencapai 3,6 miliar jiwa atau hampir separuh dari populasi bumi, kekuatan kolektif kelompok ini menjadi salah satu pendorong utama arus perdagangan dan investasi internasional saat ini.
Untuk memahami secara mendalam daya saing dan struktur ekonomi blok ini, penting untuk meninjau secara rinci profil 5 negara BRICS dengan GDP terbesar berdasarkan kontribusi serta kapasitas perekonomian masing-masing negara.
Urutan dan Profil 5 Negara BRICS dengan GDP Terbesar
Perekonomian di dalam kelompok BRICS memiliki skala dan karakteristik yang sangat beragam.
Mulai dari raksasa manufaktur dunia hingga penyedia komoditas dan sumber daya alam utama, berikut adalah uraian mendalam mengenai tingkat GDP nominal dari masing-masing negara anggota utama.
1. China: Raksasa Ekonomi Utama BRICS dengan GDP 20,85 Triliun Dolar AS
China menempati posisi puncak sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dalam blok BRICS dan nomor dua di dunia secara keseluruhan.
Dipimpin oleh Presiden Xi Jinping, China mencatatkan nilai GDP nominal mencapai 20,85 triliun Dolar AS menurut data IMF per April 2024.
Porsi perekonomian China menyumbang lebih dari dua pertiga dari total akumulasi GDP seluruh anggota BRICS.
Keunggulan ekonomi China didukung oleh sektor manufaktur berskala masif, penguasaan rantai pasok global, serta investasi agresif di bidang teknologi tinggi dan energi terbarukan.
Transformasi ekonomi domestik dari berbasis ekspor barang murah menuju industri bernilai tambah tinggi menjadikan posisi China sangat dominan dalam mendukung angka agregat GDP aliansi ini.
2. India: Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru dengan GDP 4,15 Triliun Dolar AS
Di urutan kedua, India muncul sebagai salah satu perekonomian dengan laju pertumbuhan tercepat di dunia.
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, India mengantongi GDP nominal sebesar 4,15 triliun Dolar AS.
Faktor demografi dengan angkatan kerja berusia muda yang melimpah menjadi modal utama ekspansi ekonomi negara ini.
Struktur ekonomi India ditopang kuat oleh sektor jasa, khususnya teknologi informasi, layanan finansial, serta manufaktur farmasi.
Kebijakan reformasi struktur pasar dan peningkatan infrastruktur publik secara signifikan telah mendorong daya tarik investasi asing di India, menjadikannya pilar pertumbuhan yang sangat vital bagi konsolidasi kekuatan ekonomi BRICS.
3. Rusia: Kekuatan Energi dan Komoditas dengan GDP 2,66 Triliun Dolar AS
Rusia menduduki peringkat ketiga dalam jajaran negara BRICS dengan nilai GDP nominal sebesar 2,66 triliun Dolar AS di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin.
Perekonomian Rusia memiliki fondasi yang sangat kuat pada sektor energi, pasokan gas alam, minyak bumi, serta kekayaan mineral dan hasil tambang.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan sanksi ekonomi internasional, Rusia tetap mempertahankan kapasitas ekonominya melalui diversifikasi jalur perdagangan ke wilayah Asia dan Timur Tengah.
Peran Rusia sebagai penyedia komoditas primer global menjadikan posisinya tetap krusial dalam menjaga stabilitas pasokan energi di antara negara-negara anggota BRICS lainnya.
4. Brasil: Pemimpin Ekonomi Amerika Selatan dengan GDP 2,64 Triliun Dolar AS
Brasil berada di posisi keempat dengan capaian GDP nominal sebesar 2,64 triliun Dolar AS.
Dipimpin oleh Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, Brasil memegang peranan kunci sebagai representasi kekuatan ekonomi utama dari kawasan Amerika Latin di dalam struktur BRICS.
Sektor agribisnis menjadi tulang punggung utama perekonomian Brasil, di mana negara ini menjadi salah satu eksportir terbesar dunia untuk komoditas kedelai, daging sapi, kopi, dan gula.
Selain agribisnis, sektor industri manufaktur dan eksplorasi minyak lepas pantai turut memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan nasional Brasil.
5. South Africa: Pintu Gerbang Ekonomi Afrika dengan GDP 0,47 Triliun Dolar AS
South Africa (Afrika Selatan) menempati posisi kelima dalam urutan GDP nominal anggota utama BRICS dengan capaian 0,47 triliun Dolar AS (470 miliar Dolar AS).
Negara yang dipimpin oleh Presiden Cyril Ramaphosa ini bergabung dengan BRICS pada tahun 2010 untuk melengkapi keterwakilan benua Afrika dalam forum tersebut.
Meski nilai GDP nominalnya relatif lebih kecil dibandingkan empat anggota lainnya, Afrika Selatan memiliki infrastruktur keuangan yang paling maju di benua Afrika serta pasar modal yang sangat terintegrasi.
Kekayaan sumber daya mineral seperti platinum, emas, dan batubara menjadikan negara ini memiliki peran strategis dalam rantai pasok industri global.
Lihat postingan ini di Instagram
Analisis Pengaruh dan Implikasi Ekonomi BRICS terhadap Tata Kelola Global
Kehadiran aliansi lima negara ini tidak hanya sekadar penggabungan angka-angka statistik perekonomian belaka.
Lebih dari itu, akumulasi kekuatan ekonomi dari 5 negara BRICS dengan GDP terbesar membawa dampak geopolitik dan geoekonomi yang sangat luas bagi tatanan internasional.
Kontribusi Signifikan terhadap Perekonomian Dunia
Dengan total GDP nominal menyentuh 30,77 triliun Dolar AS, BRICS memegang kontrol atas seperempat perekonomian global.
Apabila dihitung berdasarkan Keseimbangan Kemampuan Berbelanja atau Purchasing Power Parity (PPP), porsi kontribusi BRICS bahkan telah melampaui total GDP gabungan negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok G7.
Angka ini membuktikan bahwa pusat gravitasi ekonomi dunia telah bergeser secara bertahap dari negara-negara Barat menuju kawasan negara berkembang (Global South).
Potensi Demografi dan Pasar Domestik yang Luas
Populasi gabungan sebanyak 3,6 miliar jiwa memberikan keuntungan kompetitif berupa pasar domestik yang sangat besar.
Kelas menengah yang tumbuh pesat di China dan India menciptakan permintaan konsumsi internal yang tinggi terhadap barang, jasa, dan inovasi.
Kehadiran pasar konsumsi berskala besar ini memicu peningkatan volume perdagangan internal antar sesama anggota BRICS (intra-BRICS trade), sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pasar tradisional di Eropa atau Amerika Utara.
Dorongan Menuju Stabilitas dan Keseimbangan Multipolar
Visi utama dari penguatan kelompok ini adalah menciptakan sistem dunia yang multipolar dan lebih seimbang.
Melalui lembaga keuangan alternatif seperti New Development Bank (NDB) yang didirikan oleh BRICS, negara-negara anggota mampu mengakses pendanaan infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan tanpa persyaratan yang memberatkan.
Selain itu, dorongan untuk menggunakan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan lintas negara menjadi langkah nyata dalam meminimalisir risiko fluktuasi valuta asing serta menciptakan arsitektur keuangan global yang lebih tangguh dan inklusif. (DW)









