Malaysia

Sarawak Jadi Tuan Rumah Islamic Solidarity Games 2029, Diikuti 57 Negara Anggota OKI

Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah

Sarawak dipastikan menjadi tuan rumah Islamic Solidarity Games (ISG) 2029, demikian judul salah satu pemberitaan dari laman resmi portal berita theborneopost.com.

Sebanyak 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diperkirakan bakal berpartisipasi dalam ajang multicabang olahraga tersebut, demikian disampaikan Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Dato Sri Abdul Karim Rahman Hamzah.

Hak penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara Islam tersebut diperoleh Sarawak saat kunjungan kerja Abdul Karim ke Taif, Arab Saudi, dua hari lalu.

“Ajang ini akan melibatkan 57 negara anggota OKI. Seluruhnya telah sepakat untuk hadir di Sarawak pada 2029 mendatang,” ujar Abdul Karim kepada awak media usai menghadiri serah terima jabatan di kantornya, Gedung Baitul Makmur II, Selasa.

Abdul Karim menjelaskan, status sebagai tuan rumah menuntut persiapan matang dan menyeluruh.

Terlebih, Sarawak juga dijadwalkan menjadi penyelenggara pendamping (co-host) SEA Games tahun depan, termasuk menghelat upacara pembukaan.

Skala ISG dinilai jauh lebih besar karena diikuti 57 negara, berbanding 11 negara peserta pada SEA Games.

Kesepakatan penyelenggaraan ISG telah ditandatangani.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Karim juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Olahraga Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Turki Al Faisal.

“Beliau menegaskan langsung kepada kami, ‘Kami akan hadir langsung saat penyelenggaraan nanti’,” kata Abdul Karim.

Ia menambahkan, perhelatan ISG sejalan dengan komitmen pemerintah Sarawak dalam memperkuat sektor pariwisata olahraga (sports tourism).

Event internasional ini diproyeksikan tidak hanya menyedot kedatangan para atlet, tetapi juga jajaran pelatih, kru, keluarga, hingga suporter dari berbagai negara.

Guna mengenalkan Sarawak ke tingkat internasional mengingat belum banyak negara anggota OKI yang familiar dengan wilayah tersebut, sebuah video promosi daerah telah ditayangkan pada Sidang Majelis Umum OKI.

Pusat kegiatan ISG 2029 direncanakan berfokus di Kota Kuching. Meski demikian, pihak penyelenggara membuka peluang untuk memperluas lokasi pertandingan hingga ke wilayah Serian.

“Kami akan mengkaji kemungkinan perluasan ke Serian. Namun dari segi logistik dan kapasitas kompleks olahraga yang dimiliki Sarawak terutama dengan adanya pembenahan infrastruktur menyambut SEA Games, fasilitas yang ada sudah sangat siap dan memadai untuk 2029,” tuturnya.

Terkait estimasi anggaran, Abdul Karim menyebut kalkulasi secara mendalam masih terus dilakukan. Namun, ia memperkirakan kisaran biaya penyelenggaraan ISG akan sedikit lebih tinggi dibandingkan SEA Games.

Ia memperkirakan kebutuhan dana berkisar antara RM400 juta hingga RM450 juta (sekitar Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun), sementara alokasi anggaran untuk SEA Games berada di angka RM350 juta (sekitar Rp1,2 triliun).

“Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan antara SEA Games dan ISG relatif sama. Akan tetapi, keterlibatan 57 negara pada ISG secara otomatis mendorong peningkatkan biaya operasional,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Datuk Sebastian Ting. (DW)

Dwi Wahyudi

Blogger Kalimantan Barat yang dalam kesehariannya beraktivitas sebagai seorang freelance untuk bidang digital marketing dan layanan profesional manajemen serta keuangan.

Mungkin Anda Suka