Gelar Budaya Sambas III Yogyakarta Tahun 2018 Kembali Digelar

Di tahun ini, Ikatan Keluarga Mahasiswa Sambas (IKMAS) kembali menyelenggarakan event akbar tahunan yang bertajuk Gelar Budaya Sambas (GBS) ke III di Yogjakarta. Pada pagelaran budaya ini, IKMAS Yogyakarta akan menampilkan aneka ragam jenis kesenian khas Kabupaten Sambas yang dikemas dalam bentuk pementasan Musik, Drama, Tarian, Syair, Silat, dan lain sebagainya.

Zulhendra selaku Ketua UMUM IKMAS Yogyakarta mengatakan event Gelar Budaya Sambas III Yogyakarta nantinya tidak hanya mengangkat seni dan budaya yang ada di Kabupaten Sambas, akan tetapi juga akan menjadi ajang promosi pariwisata di kabupaten yang terkenal dengan istilah kota Serambi Mekah ini.

“Kabupaten Sambas tidak hanya terkenal dengan seni, budaya, dan kearifan lokalnya. Namun berbagai destinasi wisata yang ada di Bumi Tarigas bak kembang setaman ini sangat layak untuk dikunjungi karena pemandangan dan keindahan alamnya tidak kalah dengan objek wisata di daerah lain diluar Sambas. Salah satu diantaranya adalah Pulau Sani”, demikian Zulherman menjelaskan.

GELAR BUDAYA SAMBAS III YOGYAKARTA

Pada pelaksanaan GBS I tema yang diusung adalah “Serumpun Sekate”, sedangkan GBS II mengangkat tema “Surga di Ekor Borneo”. Alhamdulillah kedua GBS ini berjalan dengan lancar dan sukses. Nah, di penyelenggaraan Gelar Budaya Sambas III Yogyakarta pihak panitia penyelenggara memilih kata “Serumpun Betandak di Tanah Jawa” sebagai tema utama dan menjadikan Pulau Haji di Kecamatan Paloh sebagai destinasi wisata yang akan dipromosikan.

Bermula dari kepopulerannya di media sosial tahun 2017, maka panitia penyelenggara GBS melakukan kunjungan langsung kesana pada bulan Juli lalu untuk melihat lebih dekat serta menggali informasi lebih dalam terkait keberadaan Pulau Haji Sani yang hanya akan tampak ketika air laut sedang surut.

Rencananya beberapa tokoh-tokoh penting seperti Zul Al Muzafir yang merupakan Dewan Kehormatan IKMAS Yogyakarta sekaligus Ketua Ikatan Alumni IKMAS, Hj. Hairiah, SH. MH yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Sambas, dan beberapa pejabat teras Pemerintah Kabupaten Sambas lainnya seperti Kabid, Kabag, dan Kasi Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Pariwisata beserta rombongan akan turut hadir dalam GBS III.

DUKUNGAN PENUH PEMERINTAH DAERAH

Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dan Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan memberikan fasilitas berupa Gedung Taman Budaya yang mampu menampung banyak pengunjung. Menariknya lagi, dalam pelaksanaan GBS kali ini akan melibatkan kurang lebih 100 seniman dan 4 sanggar yaitu Sanggar Sultan Syarif Qasyim (SSQ), Sanggar Rahadjuant, Sanggar IKPMKK, dan Sanggar Nusantara (SANUR).

Khusus untuk sanggar yang terakhir disebutkan adalah sanggar yang dibentuk dari berbagai sanggar yang ada di Yogyakarta dimana salah seorang pendirinya merupakan seniman asal Sambas yaitu Abdul Muiz Sambas.

Selain akan diisi dengan beberapa kegiatan inti, GBS III juga akan menampilkan pementasan Drama Kolosal Sejarah Pulau Haji Sani. Kota Yogyakarta menyandang predikat sebagai Kota Pelajar dan Indonesia Mini karena para anak bangsa dari Sabang hingga Merauke banyak yang menimba ilmu disini.

Oleh karena itu, sudah cukup tepat panitia penyelenggara menjadikan Yogyakarta sebagai lokasi pelaksanaan. Satu hal lagi, di event akbar rutin tahunan ini juga akan disajikan berbagai aneka ragam kuliner khas Sambas dan Kalimantan Barat, seperti: Bubor Paddas, Bakwan, Choi Pan, Kroket, Es Tahu, Es Sari Kacang, Kopi Sambas, dan lain sebagainya.

Gelar Budaya Sambas III Yogjakarta
Image: MisterPangalayo.Com

Insya Allah kegiatan Gelar Budaya Sambas III akan diselenggarakan pada tanggal 21 November 2018 bertempat di Gedung Taman Budaya Yogyakarta. Panitia penyelenggara GBS III berharap kehadiran dari para mahasiswa Kabupaten Sambas khususnya dan warga masyarakat Kalimantan Barat yang sedang berada di Yogyakarta khususnya dapat hadir meramaikan event akbar rutin tahunan ini.

Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) atau juga disebut Taman Budaya Surakarta (TBS) adalah adalah suatu tempat yang menjadi wadah pengembangan, penelitian, dokumentasi, dan apresiasi seni budaya Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

TBJT menempat lahan seluas 5 hektar, berlokasi di Kota Surakarta Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta atau yang juga sering disebut Taman Budaya Surakarta (TBS) merupakan salah satu ruang seni-budaya yang dikelola oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

AJANG REUNI MAHASISWA KALIMANTAN BARAT

Beragam acara seni dan budaya digelar di tempat ini, baik berupa seni tradisi, modern maupun seni kontemporer. Tak terbatas pada seni pertunjukan, di Taman Budaya Jawa Tengah juga sering diselenggarakan acara pameran seni rupa, pameran fotografi, pemutaran film, dan berbagai forum diskusi seni budaya.

Tak luput juga untuk saru’ (mengundang) mahasiswa-mahasiswa dari Kalimantan Barat, baik yang sedang berada di Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Malang, dan kota lainnya untuk turut berpartisipasi aktif menyukseskan GBS III di Yogyakarta.

Panitia penyelenggara Gelar Budaya Sambas III Yogyakarta mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnye kepada Pemerintah Kabupaten Sambas dan Pemerintah Kota Yogyakarta serta Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas (AMKS) Sultan Mohamad Tsafiudin, Asrama Rahadi Osman I dan II, ASPURI Daradjuanti, seluruh Sanggar yang terlibat, dan Media-Media Partner IKMAS. (DW)

Sumber: Gelar Budaya Sambas III Yogyakarta

DENAH LOKASI

You might also like

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More