10 Jenis Profesi di Era Digital yang Banyak Dicari Saat Ini

Sebagai negara berkembang, banyak perusahaan yang beralih ke ranah digital. Hal ini akan memberikan peluang baru bagi yang mencari kerja, baik sebagai karyawan maupun freelancer. Kira-kira, apa saja profesi yang banyak dicari di era digital saat ini?

Image: fxquadro on Freepik

Profesi di Era Digital

Berbeda dengan profesi atau pekerjaan konvensional, pekerjaan-pekerjaan ini dapat dilakukan secara WFH (work from home). Pekerja perusahaan maupun lepas tidak lagi perlu, atau selalu mengunjungi kantor saat mengerjakan tugasnya.

Namun perlu diingat, jika meski pekerjaan digital tersebut terdengar lebih leluasa, setiap pekerja tetap dituntut harus profesional. Mengenai pekerjaannya, ada setidaknya 10 jenis profesi di era digital yang dapat ditekuni. Berikut penjelasan tiap profesinya:

1. Digital Marketer

Berkat perkembangan era teknologi, profesi-profesi tradisional mulai berubah menjadi digital. Salah satu profesi yang banyak dicari di era digital saat ini yaitu di bidang pemasaran, dimana produk/layanan akan dipasarkan secara online.

Tujuan dari digital marketer adalah untuk menjangkau potensi pasar digital melalui kanal internet, seperti situs, blog, hingga media sosial. Dalam digital marketer, terdapat berbagai bidang dengan tugas spesifik yaitu:

  • Copywriter, dengan tugas membuat konten persuasif yang mampu mengajak audiens untuk mengenali perusahaan.
  • Content writer, dengan tugas menulis konten dengan panjang dan informatif terkait produk/layanan perusahaan.
  • SEO specialist, dengan tugas mengoptimalkan situs perusahaan, sehingga mampu muncul di hasil pencarian teratas.
  • Pay-per-click specialist, dengan tugas membuat dan memantau kampanye iklan produk/layanan secara digital.
  • Digital marketing consultant, dengan tugas menganalisa strategi pemasaran digital produk/layanan tersebut.

2. Graphic Designer

Seperti yang diketahui, bahwa kemampuan khusus akan diperlukan saat mendesain secara digital. Inilah yang membuat kehadiran graphic designer begitu penting. Sebab, profesi di era digital ini akan merancang desain dari gambar, ilustrasi, hingga animasi.

Sebelum era digital berkembang, pekerjaan ini sudah ada untuk membuat brosur, cover, spanduk, hingga billboard. Hanya saja, kini graphic designer juga dapat membuat sebuah logo, iklan online, dan ilustrasi digital lainnya.

Baca Juga:   ZenBook Flip UX360UAK, Notebook Premium ASUS Terbaru Prosesor Intel Core i7

Mungkin banyak yang berpikir, mengapa masih menggunakan graphic designer jika aplikasi template sudah ada? Hal tersebut dikarenakan graphic designer memiliki kemampuan editing profesional, yang saat ini masih belum tergantikan dengan apapun.

3. UI/UX Designer

Banyak yang berpikiran bahwa seorang graphic designer otomatis dapat merangkum UI/UX design. Padahal, kedua pekerjaan ini jelas berbeda. UI/UX designer merupakan profesi untuk merancang user interface (UI), serta user experience (UX).

Kegunaan dari kedua aspek tersebut yaitu merancang tampilan produk atau layanan, dengan tujuan mempermudah penggunanya. Akan tetapi, keduanya memiliki tujuan dan elemen yang berbeda, meski saling melengkapi.

Misalnya pada sebuah aplikasi, UI designer perlu merancang tampilan antarmuka yang mudah dioperasikan. Sedangkan UX designer, perlu merancang tampilan struktur aplikasi agar ramah terhadap pemakainya (istilahnya user-friendly).

4. IT Support

Mungkin banyak yang pernah mendengar, ada orang yang bekerja sebagai “IT support” dalam suatu perusahaan. Ini merupakan salah satu profesi di era digital yang banyak dicari saat ini, juga sering diincar oleh berbagai perusahaan, baik lokal maupun internasional.

Information Technology support merupakan profesi yang bertugas menganalisis, mengevaluasi, serta memelihara sistem atau perangkat. Profesi ini tidak sekedar pekerjaan semata, karena rata-rata IT support membutuhkan lulusan di bidang IT.

Selain jurusan tersebut, seorang IT juga membutuhkan keterampilan dalam operasi sistem, bahasa pemrograman, dan kemampuan membaca logs. Terkadang, setiap perusahaan juga memiliki syarat tambahan lainnya yang juga harus dipenuhi.

5. Software Engineer

Menurut penelitian Bureau of Labor Statistics di Amerika Serikat, pertumbuhan demand software engineer kian meningkat sebesar 22%. Hal ini menegaskan bahwa profesi software engineer akan semakin dibutuhkan untuk kedepannya.

Baca Juga:   Everything You Need To Know About Microsoft PowerPoint

Lalu, apa yang dimaksud dengan software engineer? Profesi di era digital ini merupakan pekerjaan bagi orang yang menggunakan prinsip teknik pemrograman, dalam mengembangkan aplikasi untuk user.

Seorang software engineer dituntut untuk membuat sistem software, serta solusi yang dapat diaplikasikan ke seluruh sistem tersebut. Dalam melakukan pekerjaan, software engineer akan menggunakan bahasa C++, Java, serta Python.

6. Software Developer

Jika sebuah perusahaan membutuhkan software engineer, maka kemungkinan juga perusahaan tersebut mencari software developer. Secara singkat, tugas dari software developer yaitu melanjutkan pekerjaan dari software engineer.

Yang membedakannya adalah software developer akan membantu mengembangkan program, serta memodifikasinya sesuai permintaan klien. Sebelum program tersebut dirilis, software developer juga turut menguji apakah ada masalah dari program.

Seperti halnya software engineer, adapun kemampuan yang dibutuhkan profesi ini juga serupa. Akan tetapi, kedua profesi software tersebut akan membutuhkan satu sama lain, agar software dapat dikembangkan.

7. Social Media Influencer

Setelah membahas profesi-profesi yang cukup rumit, sekarang waktunya membahas profesi yang lebih sederhana. Sebagai pengguna sosial media, tentunya pernah mendengar yang namanya influencer, khususnya di Instagram.

Influencer ini merupakan bagian dari social media marketing, yang dilakukan oleh profesional atau yang sudah memahami cara pemasarannya. Meski siapa saja bisa menjadi influencer, namun bukan berarti profesi ini dapat dianggap sebelah mata.

Umumnya, influencer akan memasarkan produk atau layanan yang dimiliki oleh perusahaan yang menyewa mereka. Tujuannya adalah supaya para audiens dari influencer tersebut, menjadi tertarik kepada produk yang dipasarkan.

8. Content Creator

Ketika membicarakan pembuat konten, maka kebanyakan orang akan memikirkan tentang YouTuber. Meski YouTuber juga termasuk content creator, namun profesi ini jangkauannya lebih luas.

Tujuan dari pembuat konten adalah sesuai dengan namanya, yaitu membuat konten yang edukatif atau menghibur audiensnya. Konten tersebut dapat berupa artikel, vlog, video, dan berbagai media lainnya.

Baca Juga:   Panduan Lengkap untuk Pikdo Instagram Online Viewer

Menjadi sebuah content creator, tentu tidak semudah yang dibayangkan kalangan awam. Sebab, pembuat konten akan perlu mempertimbangkan isi konten sesuai dengan tujuan dari pembuatan konten tersebut.

9. Affiliator

Profesi di era digital saat ini selanjutnya adalah affiliator. Meski profesi lepas ini identik dengan e-commerce tertentu, namun sebenarnya affiliate marketing juga digunakan oleh perusahaan lain.

Affiliator merupakan pekerjaan dimana perusahaan akan bekerja sama dengan pihak yang akan memasarkan produk/layanan. Hanya saja, afilliator akan memasarkan dengan cara menyebarkan link atau tautan.

Tautan ini merupakan tautan untuk menuju ke produk/layanan yang dipasarkan. Apabila pembeli membelinya, baru affiliator akan diberikan komisi. Selain mudah, profesi ini masih terbuka hingga saat ini.

10. Ghostwriter

Profesi di era digital yang banyak dicari saat ini adalah ghostwriter. Pada profesi ini, yang ghostwriter kerjakan adalah menulis untuk perusahaan atau klien. Akan tetapi, hak cipta dan author dari hasil tulisan bukan si penulis tersebut.

Lalu, seperti apa tulisan yang dibuat oleh ghostwriter? Misalnya seperti buku, artikel, blog, dan konten digital dalam bentuk tulisan lainnya. Saat menulis, ghostwriter harus mengikuti pesanan dari klien atau perusahaan.

Perihal kemampuan, menulis bukan merupakan satu-satunya yang dibutuhkan seorang ghostwriter. Profesi ini juga akan memerlukan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, serta beradaptasi.

Kesimpulan

Itu dia penjelasan mengenai 10 profesi di era digital yang banyak dicari saat ini. Tinggal pilih mana yang dirasa sesuai dengan kemampuan dan pendidikan saat ini. Mulai dari pekerjaan yang membutuhkan lulusan kuliah, atau sekedar bakat tertentu.

Di zaman dimana kemampuan individu semakin dituntut, masyarakat perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada. Ada baiknya bagi orang untuk mulai mengenali pekerjaan dunia digital, yang dapat memberikan keunggulan tersendiri.

Bagi kawan-kawan yang ingin berpindah profesi di era digital dapat membekali diri dengan softskills dengan belajar di beberapa website yang membuka kelas secara online maupun offline, salah satu diantaranya adalah Arkademi.Com. (DW)

 

Don`t copy text!