Sebuah Tanda Tanya Besar Dibalik Film Tanda Tanya

Sebuah pertanyaan besar muncul dalam benak pikiran saya begitu menonton Film Tanda Tanya karya Hanung Bramantyo via YouTube. Sebenarnya apa pesan sebenarnya yang ingin disampaikan oleh sutradara "terheboh" ini.

Secara pribadi, saya menilai jalan cerita film ini terlalu sulit untuk dicerna dan dipahami oleh masyarakat luas. Mungkin dari sudut pandang sang sutradara alur cerita yang dibuat memiliki maksud dan tujuan yang positif, tapi apakah para penonton akan memiliki sudut pandang yang sama setelah melihat film tersebut?

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa setelah menontonnya mereka akan langsung mencerca, menghujat, bingung, ragu, dan lain-lain. Satu hal yang harus dipahami adalah saya bukanlah seorang sineas dan saya bukanlah seorang ahli agama.  Oleh karena itu, sejujurnya saya benar-benar bingung film ini maksudnya apa???

Kita adalah negara yang menganut paham demokrasi dimana masing-masing masyarakat diberi kebebasan dalam memeluk dan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang telah diatur dalam undang-undang. Jangan hanya karena sebuah film yang memiliki alur cerita “terlalu dalam” masyarakat menjadi bingung dan terpecah-pecah.

Memang jika saya lihat di website Film Tanda Tanya, film ini memiliki maksud dan tujuan yang positif. Itu dapat dilihat dari isi sinopsis filmnya yang saya ambil dari websitenya, dibawah ini kutipannya:

Keberagaman dan toleransi merupakan dua hal yang saling terkait, terutama jika menyangkut masalah keagamaan dan suku bangsa.  Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim dengan berbagai macam etnis dan kebudayaan, memiliki banyak kisah perihal toleransi yang menarik untuk diangkat dalam tayangan layar lebar. Hanung Bramantyo sebagai seorang sutradara kawakan tergerak untuk dapat menghadirkan kisah dengan latar belakang perbedaan ini kepada masyarakat Indonesia.  Untuk itu Mahaka Pictures dan Dapur Film  akan, meluncurkan film tersebut pada 7 April 2011 di bioskop-bioskop Indonesia. Film ke 14 Hanung Bramantyo ini  mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan  yang terjadi di sebuah area dekat Pasar Baru, dimana terdapat Masjid, Gereja dan Klenteng yang letaknya tidak berjauhan, dan para penganutnya memiliki hubungan  satu sama lain.

Dikisahkan bahwa  terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun  memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal, Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha, Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan  dengan  Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku,  akan dipaparkan  secara menarik  dalam film berdurasi 100 menit.

MENUJU SEBUAH KEYAKINAN YANG HAKIKI, demikian headline dari sinopsis tersebut. Jika dilihat secara sepintas tidak ada yang aneh dengan isi cerita film tersebut, yang menjadi masalah adalah ketika saya menonton film tersebut ternyata alur ceritanya sama sekali membingungkan. Ada beberapa poin utama yang menjadi pertanyaan besar dalam diri saya, yaitu:

PERTANYAAN PERTAMA

Seorang wanita muslimah memutuskan untuk bercerai  dikarenakan tidak tahan melihat suaminya melakukan poligami. Sebenarnya tidak ada yang salah disini karena wanita mana yang rela dimadu, hanya saja kelanjutan dari cerita ini adalah wanita muslimah tersebut pada akhirnya memutuskan menjadi seorang murtad dan menikah dengan laki-laki non muslim. Maksud dari cerita ini apa yach???.

PERTANYAAN KEDUA

Seorang muslim memutuskan untuk rela menjadi pemeran Yesus dalam sebuah drama paskah di sebuah gereja. Meski pada akhirnya muslim tersebut menyesal dengan apa yang telah dilakukannya namun apakah karena sangat berkeinginan untuk mendapat sebuah peran seorang muslim tersebut harus sampai menggadaikan akidahnya. Maksud dari cerita ini apa yach???.

PERTANYAAN KETIGA

Seorang wanita muslimah karena terhimpit oleh keadaan ekonomi dengan rela hati bekerja disebuah restoran dimana terdapat beberapa menu yang termasuk dalam kategori HARAM. Apakah harus mengambil jalan itu sebagai jalan keluarnya. Maksud dari cerita ini apa yach???.

Ketiga pertanyaan tersebut sebenarnya sudah dijawab oleh Hanung Bramantyo sendiri dalam beberapa sesi debat terbuka yang diadakan oleh beberapa media yang ada. Mungkin jawaban-jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut tidak akan saya tuliskan disini karena postingan saya akan menjadi sangat panjang nantinya.

Hanya saja secara keseluruhan saya kira apa yang dimaksudkan oleh sang sutradara tidak akan bisa dicerna masyarakat secara gamblang. Oleh karena itu, menurut saya hanya ada dua langkah yang bisa diambil yaitu hentikan penayangan film tersebut atau sang sutradara menjelaskan secara gamblang kepada seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali dimanapun mengenai maksud dan tujuan dibuatnya film tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya. (DW)

Tidak Ada Komentar
  1. manuku says

    mba/ mas saya aja yang seorang anak sma bisa mencerna film ini.. intinya bahwa kita hidup harus saling menghormati perbedaan satu sama lain. emang berbicara memang gampang kenapa manuku dan agus kuncoro harus bekerja di umat kristiani. manuku emang dari dulu kerja disan ga papa kan selama imannya kuat. dengannya manuku bekerja direstoran cina akhirnya keluarga ping hen jadi muallaf bagus kan?. itu menunjukan bahwa kita berdakwah dengan perilaku lebih baik dari pada berdakwah dengan lisan.

    1. Dwi Wahyudi says

      Ma kasih banyak buat komentarnya ya, saya sangat menghargai komentar Anda dan tiap orang tentunya memiliki pandangan yang berbeda. Trims…

    2. anzilla says

      ya memang semua orang juga tahu kalau inti yang paling mudah diambil adalah menghormati perbedaan satu sama lain. tapi coba kalau anda teliti lagi dari sudut pandang berbeda, ya Alhamdulillah walaupun anda masih SMA, anda sudah bisa menafsirkan isi film tersebut dan mengambil positifnya, tapi masalahnya bagaimana jika yang menonton film tersebut belum kuat iman dan Islamnya dan menimbulkan kebimbangan tersendiri di hatinya. silakan buka link http://kamifasolasido.wordpress.com/2011/04/25/perdebatan-hanung-bramantyo-vs-wartawan-suara-islam/. semoga bisa menambah cara berpikir anda.

  2. rikrik says

    krena ini indonesia,,,,,,,bukan tanah milik kaum ibrani atau samawi. jadi tidk ush teralu diambil hati. film hanya mengangkat realita di indonesia negeri yg ber-bhineka tunggal ika. yg harus dlkukan adalah apa yg kita bisa. apakah sdh bs memperbaiki iman dan akhlak kita? jika blm,,,lbh baik perbaiki itu dulu dripd mengurusi perdebatan. terima kasih. semoga kita selalu dikaruniai kemudahan dan kebahagiaan. amien/

Tinggalkan Pesan

Your email address will not be published.

CommentLuv badge

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More