Kembali Menulis Sepenuh Hati, Membuat Opini Terkait Oknum Nakes Tak Punya Hati

Image: disway.id

Sudah lama tidak menulis sepenuh hati karena selama ini telah memiliki asisten virtual pribadi bernama Google Gemini, akhirnya pada kesempatan ini Blogger Borneo kembali.

Entah kenapa mungkin memang banyak yang berpendapat bahwa kehadiran AI yang masif saat ini membuat kita para content creator banyak merasa terbantu, namun…

Kembali Menulis Sepenuh Hati

Tidak terasa sepertinya sudah lebih dari setahun Blogger Borneo tidak lagi menulis dengan sepenuh hati karena setengah hatinya telah tergantikan oleh AI nya Google Gemini.

Sebenarnya sudah cukup merasa terpanggil lagi untuk menulis di blog dengan gaya bahasa duluuuuuu sebelum negara api AI menyerang, namun belum merasa mendapat mood untuk melakukannya.

Hingga pada akhirnya…

Satu kisah mengenai salah seorang pasien BPJS yang ketika sedang merasa lemah dan pasrah menumpahkan perasaannya melalui akun media sosial miliknya menjadi viral.

Tanpa ba bi bu, Blogger Borneo langsung membuka akun tersebut dan melihat berbagai komentar yang beberapa diantaranya membuat hati ini merasa teriris.

Yurizal Tri Chaerawan, demikian nama lengkap dari pemilik media sosial tersebut.

Pada tanggal 22 Juli 2026, dirinya mengeluhkan lamanya menunggu ketersediaan kamar di salah satu rumah sakit yang namanya tidak mau disebutkannya saat itu.

“8 jam belum dapat ruangan. Enggak mau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS.” demikian statusnya dapat dibaca dengan jelas di akun Threads miliknya.

Tampilan Status Yurizal Tri Chaerawan di Threads
Image: threads.com/@yurizaltrich/

Oknum Nakes Tak Punya Hati

Mungkin di tulisan ini, Blogger Borneo tidak akan mempublikasikan akun oknum siapa saja yang merespon status Yurizal Tri Chaerawan dengan bahasa sinis.

Hanya saja dari hasil pemantauan terhadap informasi yang beredar dari para netizen dalam merespon kasus ini, ternyata mereka memiliki latar belakang sebagai Tenaga Kesehatan dan Dokter.

Berikut ini merupakan beberapa kutipan terkait dengan komentar-komentar sini tersebut.

Baca Juga:  Analisis Skema Pinjaman 3 Miliar Koperasi Desa, Hitungan Omzet, Risiko Gagal Bayar, dan Dampaknya bagi Desa

Dari salah seorang pemilik akun, ada yang menyebut Yurizal tak punya pikiran. Ada juga yang menyarankan agar ia masuk ke ruang jenazah saja.

Selain itu, seorang pemilik akun berinisial E membuat komentar “PP nya kayak orang have tapi aslinya haven’t kah? haven’t some brain cells.”

Terus scroll kebawah ada lagi komentar dari pemilik akun berinisial B seperti ini:

“Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Enggak ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, ga cuma lu sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini.”

Nah, komentar terakhir dengan gaya bahasa kurang lebih sama dari pemilik akun berinisial W berkomentar “Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan.”

Think Before Posting, Peringatan untuk All Netizen

Ya tentu saja kita sebagai netizen “budiman” tidak boleh juga menggeneralisir bahwa semua naker dan dokter memiliki tabiat demikian, oleh karena itu dari kejadian ini kita semua bisa banyak belajar.

Blogger Borneo sendiri dalam kurung waktu semester terakhir pernah berhadapan dengan para nakes dan dokter ketika sedang memeriksakan keluarga menggunakan fasilitas BPJS.

Alhamdulillah selama ini mendapat pelayanan cukup baik, meskipun jika dibandingkan dengan layanan umum tetap saja harus antri dan konsultasi dokter sesuai jam prakteknya di rumah sakit.

Kembali ke kasus ini, sekarang siapa yang bakal mengira jika 9 (sembilan) hari kemudian kondisi Yurizal Tri Chaerawan menjadi semakin parah hingga mengakibatkan dirinya meninggal dunia.

Kebayang gak sih bagaimana reaksi para oknum nakes dan dokter tersebut ketika mengetahui si pemilik akun telah meninggal dunia??? Kalau Blogger Borneo gak kebayang.

Baca Juga:  Dari Panggung Hiburan ke Pusat Kekuasaan: Ketika Ekosistem Selebritas Menjadi Jalan Baru Politik Indonesia

Tidak pernah bosan mengingatkan bahwa dunia maya itu adalah sama dengan dunia nyata, dalam artian etika dan sopan santun tetap harus dijaga.

Sebagai seorang penggerak Relawan TIK Indonesia, Blogger Borneo melihat kasus ini sebagai contoh nyata bahwa masih ada pengguna internet belum paham mengenai Literasi Digital.

Semoga untuk kedepannya kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan kita semua dapat terus menjaga jari ini dari perilaku yang kurang berkenan. Amin Ya Allah… (DW)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More