Jadwal Imsak Pontianak Ramadhan 1440 H Tahun 2019

Tidak terasa sebentar lagi Insya Allah umat muslim di Indonesia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1436 Hijriah. Meskipun belum ada keputusan dari Pemerintah, tapi jika merujuk pada hari raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 15-16 Juni 2018 maka kemungkinan besar hari pertama Ramadhan 1439 Hijriah akan dimulai pada tanggal 17 Mei 2018.

JADWAL IMSAK PONTIANAK

Sudah menjadi kebiasaan bahwa setiap Ramadhan, kita termasuk Blogger Borneo sendiri akan mencari informasi mengenai Jadwal Imsak Pontianak 1440 Hijriah Tahun 2019. Berikut file jadwal Jadwal Imsak Pontianak dalam bentuk gambar, silahkan diunduh bagi yang membutuhkan.

Demikian informasi yang dapat Blogger Borneo bagikan mengenai jadwal puasa 2019 Pontianak, semoga bisa bermanfaat bagi semua umat muslim di kota Pontianak dan sekitarnya. Tidak lupa Blogger Borneo Network turut mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Pontianak
Image: Tambelan.Com

Sejarah Ramadhan Menurut Al-Quran

Dalam Al-Qur’an disebutkan tentang perintah berpuasa, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS 2: 83).Perintah puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman dan dimaksudkan untuk menjadikan mereka pribadi-pribadi yang luhur dan bertakwa.

Perintah puasa bukan merupakan hal yang baru dan khusus bagi umat Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam.Hal ini telah diperintahkan dan telah dilakukan juga oleh umat-umat terdahulu. Kita tidak mengetahui secara persis tata cara berpuasa yang dilakukan oleh orang-orang di masa lalu, tetapi kita bisa menemukan beberapa cuplikan tentang puasa ini di dalam Alkitab misalnya.

Sejarah Ramadhan Menurut Al-Kitab

Merujuk pada Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) disebutkan adanya perintah berpuasa baik yang dilakukan pada bulan tertentu atau pun puasa yang secara khusus dilakukan untuk mendekatkan diri padaTuhan. Di dalam Hakim-Hakim 20: 26 misalnya disebutkan: “Kemudian pergilah semua orang Israel, yakni seluruh bangsa itu, lalu sampai di Betel; di sana mereka tinggal menangis di hadapanTuhan, berpuasa sampai senja pada hari itu….” Di bagian lain, pada masa pemerintahan Daud (‘alaihis salam), disebutkan bahwa mereka “berpuasa sampai matahari terbenam” (2 Samuel 1: 12).

Ayat yang lain lagi menyebutkan bahwa masyarakat Yerusalem dan sekitarnya diperintahkan untuk berpuasa pada bulan kesembilan (Yeremia 36: 9). Umat Islam pada hari ini juga berpuasa pada bulan Ramadhan yang merupakan bulan kesembilan dalam penanggalan hijriah.Mereka dahulu diperintah berpuasa antara lain untuk “membuka belenggu-belenggu kelaliman” (Yesaya 58: 6). Amalan puasa juga terus dipraktekkan hingga kemasa Yesus (Nabi Isa ‘alaihissalam) dan juga dipraktekkan oleh beliau sendiri (lihat misalnya Matius 3: 1-2).

Sejarah Pelaksanaan Ibadah Puasa

Puasa di bulan Ramadhan baru diperintahkan pada tahun ke-2 setelah Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Pada bulan Ramadhan tahun itu juga terjadi perang besar yang pertama di antara kaum Muslimin dan musyrikin Makkah, yaitu ghazwah al-Badr. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu berkata, “Kami berperang dalam dua  pertempuran bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada bulan Ramadhan, yaitu pada hari Badrdan Fathu Makkah (penaklukkan Kota Makkah), maka kami tidak berpuasa pada kedua hari itu” (HR Turmidzi, dikatakan status hadits ini dhaif).

Sejak turunnya perintah berpuasa tersebut hingga hari ini, kaum Muslimin selalu melaksanakan kewajiban puasa, menahan lapar dan dahaga serta menahan hawa nafsu, sejak subuh hingga waktu maghrib sepanjang 29 atau 30 hari bulan Ramadhan. Tidak ada yang tidak menjalankannya kecuali orang-orang yang memiliki udzur syar’i di antara mereka atau orang-orang yang ada penyakit di hatinya (yang terakhir ini pun biasanya tidak melakukan pelanggarannya secara terbuka).

Ibadah puasa Ramadhan pada hakikatnya merupakan satu bentuk peperangan besar antara diri kita dan hawa nafsu.Dan ketika kita berhasil memenangkan peperangan itu, kita pun merayakan ke-fitri-an diri tepat setelah keluar dari madrasah Ramadhan. Setiap kali kita berbuka puasa (fathara), tubuh kita dalam keadaan siap menerima makanan dengan rasa nikmat yang besar.

Saat kita kembali kepada fitrah di penghujung Ramadhan, jiwa kita semestinya juga dalam keadaan siap sepenuhnya untuk menerima curahan ilmu, iman, serta kasih saying dari-Nya. Sehingga ruhani kita pun bisa tumbuh sehat dan naik tinggi kepada-Nya.

Guide Book Ramadhan for Kids

Ramadhan for Kids adalah panduan bagi orang tua untuk mendampingi anak mengisi waktu di bulan suci. Planner ini ditujukan untuk anak usia sekolah (6-7 tahun ke atas) meskipun masih tetap dapat digunakan juga untuk semua usia dengan penyesuaian materi dan pendekatan.

Guide Book Ramadhan for Kids by Dwi Wahyudi on Scribd

Layout dan Konten: Ragwan M Al-Aydrus

Email: [email protected]

Keterangan:

Waktu shalat dihitung berdasarkan kriteria Kementerian Agama RI. Silakan merujuk kepada pemerintah untuk tanggal resmi 1 Ramadhan dan 1 Syawal (Hari Raya Idul Fitri).

Referensi:

  • https://www.hidayatullah.com/ramadhan/mutiara-ramadhan/read/2016/06/20/96729/sejarah-puasa-sebelum-dan-pada-masa-nabi.html

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More