Tidak adanya program pelatihan yang berkelanjutan membuat para pelaku UMKM di Kalimantan Barat sulit untuk berkembang. Selama ini “modal” selalu dianggap sebagai kendala, padahal sebenarnya bukan itu permasalahan sebenarnya.

UMKM Kalbar Naik Kelas merupakan tagline yang digaungkan oleh Pemerintah Pusat dan diselaraskan implementasinya melalui instansi terkait di wilayah Kota dan Kabupaten dengan satu visi menjadikan para pemilik UMKM di Kalimantan Barat berkembang usahanya.

UMKM Kalbar Naik Kelas

Bermula dari pengalaman memberikan materi bagi para peserta dalam beberapa kesempatan pelatihan maupun workshop yang notabene memiliki latar belakang para pelaku UMKM di Kalimantan Barat, salah seorang sosok wirausahawan muda dari kota Pontianak berinisiatif untuk membentuk Komunitas UMKM Kalbar Naik Kelas.

Keterbatasan sumber daya manusia yang umumnya dimiliki oleh para pelaku UMKM di Kalimantan Barat membuat mereka tidak bisa dibebani dengan kewajiban harus mengatur dan mengelola semua aspek di dalam menjalankan usahanya.

Di satu sisi mereka diharuskan untuk terus melakukan proses produksi, sedangkan disisi lain mereka diharapkan untuk mengatur semua manajemen operasionalnya, belum lagi mereka diminta untuk bisa memasarkan produknya baik itu secara offline maupun online. Apakah mereka mampu melakukan semuanya secara sekaligus dalam waktu yang singkat???

Misi Pendampingan

Memang jika diperhatikan, untuk dapat mempelajari sesuatu ilmu yang baru tidak hanya cukup diselesaikan dalam satu atau dua kali pertemuan saja. Jika pada mulanya para pelaku UMKM ini merasa semangat untuk belajar.

Akan tetapi untuk kelanjutannya sudah hampir dapat dipastikan semangat tersebut akan menjadi kendur karena tidak ada follow up lagi dari pihak penyelenggara. Ujung-ujungnya kondisi para UMKM Kalbar ini kembali ke kondisi awal sampai menanti pelatihan maupun workshop yang sama di tahun berikutnya.

Komunitas UMKM Kalbar didirikan atas dasar kondisi tersebut, dimana Sang Founder mencoba untuk dapat selalu memberikan pendampingan kepada para UMKM di Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat umumnya agar ilmu yang mereka telah dapatkan pada saat pelatihan maupun workshop tidak langsung hilang begitu saja.

Komunitas UMKM Kalbar Borneo Istimewa
Image: BorneoIstimewa.Com

Tentu saja dalam proses kelanjutannya, dibutuhkan pendampingan secara berkelanjutan karena notabene para pelaku UMKM Kalbar adalah kaum perempuan yang butuh waktu lebih lama dalam proses pembelajaran. Beda halnya dengan generasi milenial yang ketika mereka lahir saja foto mereka sudah terpublish di laman media sosial Ayah dan Bunda nya.

Pelatihan UMKM

Dalam proses pendampingan dan pembelajaran, Komunitas UMKM Kalbar membagi bidang keahlian yang harus dipelajari menjadi 4 (empat) bidang utama, antara lain: Penguatan Basis Kewirausahaan dan Produk, Penerapan Manajemen Operasional dan SDM, Penggunaan Akuntansi Keuangan dalam Keseharian, dan Implementasi Teknik Pemasaran Efektif secara offline maupun online.

Kesemua bidang pelatihan ini bisa diikuti oleh para UMKM Kalbar Naik Kelas dari awal atau bisa memilih salah satu diantaranya menyesuakan kebutuhan internal usahanya. Ya tentu saja sebelumnya harus dilakukan proses scanning dengan mengajak para pelaku UMKM ini untuk sharing pengalaman dan diskusi mengenai kondisi usaha yang dijalani selama ini.

Jika ditanya apakah untuk mengikuti semua pelatihan ini dikenakan biaya, tentu saya IYA karena ini sifatnya swadana dan swakelola. Tapi jika dibandingkan dengan pelatihan maupun workshop lain yang sejenis diluar kota Pontianak, tentu saja biayanya masih tergolong sangat murah.

Sengaja dalam praktiknya Komunitas UMKM Kalbar Naik Kelas menetapkan biaya karena sebenarnya dalam perhitungan para pelaku UMKM biaya ini nantinya akan masuk sebagai bagian dari investasi dalam misi mereka mengembangkan usahanya.

Peluang Kerjasama

Meskipun begitu, Komunitas UMKM Kalbar Naik Kelas tetap berusaha untuk mencari solusi agar bagaimana pelatihan maupun workshop yang telah direncanakan untuk diselenggarakan bisa diikuti oleh para pelaku UMK Kalbar secara gratis. Dan untuk mendukung hal ini, komunitas mencari peluang kerjasama kepada pihak-pihak yang ingin menjadi mitra pendukung khususnya dalam hal biaya operasional pelaksanaan.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan Saat Mengunjungi Stand UMKM Borneo Istimewa
Image: BorneoIstimewa.Com

Alhamdulillah sejak berdiri beberapa waktu lalu, Komunitas UMKM Kalbar Naik Kelas telah bekerjasama dengan beberapa pihak, antara lain: PT Zahir Internasional, PT Pegadaian (Persero) Cabang Pontianak, LPPOM MUI Kalimantan Barat, Disperindagkop Kota Pontianak, LinkAja Kalimantan Barat, dan yang terbaru perusahaan distributor daging di Kalimantan Barat yaitu Borneofood Indotama.

Insya Allah di tahun 2021 ini, Komunitas UMKM Kalbar Naik Kelas akan terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam bentuk pelatihan, seminar, workshop, dan sejenisnya. Dan demi mewujudkan visi misi ini, sangat dibutuhkan peran serta dan dukungan dari pihak-pihak yang berkaitan seperti instansi pemerintahan, perusahaan negara dan swasta, organisasi profesional, dan lain sebagainya. (DW)